<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Jurnal Ekonomi Ideologis &#187; ARSIP e-SYARIAH.Net</title>
	<atom:link href="http://www.jurnal-ekonomi.org/category/arsip-e-syariah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.jurnal-ekonomi.org</link>
	<description>Jurnal Analisis Politik Ekonomi Perspektif Ideologi Islam</description>
	<lastBuildDate>Sun, 05 Feb 2012 23:09:06 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Mengkaji Ulang Metode Ilmiah Sebagai Asas dalam Berpikir</title>
		<link>http://www.jurnal-ekonomi.org/mengkaji-ulang-metode-ilmiah-sebagai-asas-dalam-berpikir/</link>
		<comments>http://www.jurnal-ekonomi.org/mengkaji-ulang-metode-ilmiah-sebagai-asas-dalam-berpikir/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 16 Sep 2007 16:40:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[ARSIP e-SYARIAH.Net]]></category>
		<category><![CDATA[Asas Berpikir]]></category>
		<category><![CDATA[M. Hatta]]></category>
		<category><![CDATA[Metode Ilmiah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurnal-ekonomi.org/2007/09/17/mengkaji-ulang-metode-ilmiah-sebagai-asas-dalam-berpikir/</guid>
		<description><![CDATA[PARADIGMA PEMIKIRAN Oleh: M. Hatta Dewasa ini, ada kecendrungan-kalau tidak mau dikatakan sepenuhnya- para pemikir atau ilmuan berpersepsi bahwa metode ilmiah merupakan satu-satunya metode yang diterapkan dalam mendapatkan pengetahuan yang disebut ilmu. Bahkan, ia juga dijadikan landasan atau sebagai asas dalam berpikir. Lebih dari itu, terjadi pensakralan terhadapnya. A. PENDAHULUAN Latar Belakang Kita ketahui bersama, [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.jurnal-ekonomi.org/mengkaji-ulang-metode-ilmiah-sebagai-asas-dalam-berpikir/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ide di Balik Komersialisasi Pendidikan</title>
		<link>http://www.jurnal-ekonomi.org/ide-di-balik-komersialisasi-pendidikan/</link>
		<comments>http://www.jurnal-ekonomi.org/ide-di-balik-komersialisasi-pendidikan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Aug 2007 16:01:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[ARSIP e-SYARIAH.Net]]></category>
		<category><![CDATA[Hidayatullah Muttaqin]]></category>
		<category><![CDATA[Komersialisasi Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Pasar Bebas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurnal-ekonomi.org/2007/08/22/ide-di-balik-komersialisasi-pendidikan/</guid>
		<description><![CDATA[LIBERALISASI PENDIDIKAN oleh: Hidayatullah Muttaqin Syekh Taqiyuddin an-Nabhani dalam an-Nizham al-Iqtishadi fi al-Islam menyatakan pemikiran merupakan kekayaan yang paling berharga dan kedudukannya berada di atas kekayaan materi. Apabila suatu bangsa memiliki kekayaan pemikiran dalam bentuk pemikiran yang maju, maka bangsa tersebut memiliki kemampuan untuk bangkit dan menghasilkan suatu peradaban yang di dalamnya sarat dengan kekayaan [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.jurnal-ekonomi.org/ide-di-balik-komersialisasi-pendidikan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Stigma Demonik</title>
		<link>http://www.jurnal-ekonomi.org/stigma-demonik/</link>
		<comments>http://www.jurnal-ekonomi.org/stigma-demonik/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Aug 2007 15:40:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[ARSIP e-SYARIAH.Net]]></category>
		<category><![CDATA[Hidayatullah Muttaqin]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Liberal]]></category>
		<category><![CDATA[Stigma]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurnal-ekonomi.org/2007/08/21/stigma-demonik/</guid>
		<description><![CDATA[StIGMA NEGATIF oleh: Hidayatullah Muttaqin Hai orang-orang yang beriman, masuklah kalian ke dalam Islam secara keseluruhannya, dan janganlah kalian mengikuti langkah-langkah setan. Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagi kalian. (TQS. Al-Baqarah: 208) Terjemahan al-Qur&#8217;an Surah al-Baqarah: 208 ini dengan jelas memiliki makna seruan kepada setiap orang beriman agar masuk ke dalam Islam secara kaffah [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.jurnal-ekonomi.org/stigma-demonik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kesalehan Politik</title>
		<link>http://www.jurnal-ekonomi.org/kesalehan-politik/</link>
		<comments>http://www.jurnal-ekonomi.org/kesalehan-politik/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Aug 2007 15:31:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[ARSIP e-SYARIAH.Net]]></category>
		<category><![CDATA[Hidayatullah Muttaqin]]></category>
		<category><![CDATA[Kesalehan Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Politik Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurnal-ekonomi.org/2007/08/21/kesalehan-politik/</guid>
		<description><![CDATA[POLITIK ISLAM Oleh: Hidayatullah Muttaqin Demokrasi adalah kesalehan politik. Politik minus demokrasi akan menjadi kotor dan membahayakan kemanusiaan. Demokrasi yang sejati berisi semangat kebebasan, kesejajaran, dan persaudaraan. (Abd Rohim Ghazali, Kompas 30 Desember 2006) Demokrasi saat ini merupakan istilah yang sangat populer dan dipahami oleh sebagian besar orang sebagai sistem yang ideal. Bahkan menurut Abd [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.jurnal-ekonomi.org/kesalehan-politik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Beras dan Politik Pangan Negara Khilafah</title>
		<link>http://www.jurnal-ekonomi.org/beras-dan-politik-pangan-negara-khilafah/</link>
		<comments>http://www.jurnal-ekonomi.org/beras-dan-politik-pangan-negara-khilafah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Mar 2007 03:30:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[ARSIP e-SYARIAH.Net]]></category>
		<category><![CDATA[SISTEM EKONOMI SYARIAH]]></category>
		<category><![CDATA[Beras]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Hidayatullah Muttaqin]]></category>
		<category><![CDATA[Khilafah]]></category>
		<category><![CDATA[Politik Pangan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurnal-ekonomi.org/2007/03/01/beras-dan-politik-pangan-negara-khilafah/</guid>
		<description><![CDATA[oleh: Hidayatullah Muttaqin Pengantar Memasuki awal tahun 2007 ini, Indonesia menghadapi berbagai musibah yang sangat memilukan. Dimulai dari jatuhnya pesawat Adam Air dan tenggelamnya kapal penumpang di laut jawa, banjir yang menggenang 75% wilayah Jakarta, tanah longsor yang terjadi di beberapa daerah. Baru-baru ini kita menyaksikan terbakarnya Kapal Penumpang Levina tujuan Jakarta &#8211; Bangka Belitung [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.jurnal-ekonomi.org/beras-dan-politik-pangan-negara-khilafah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sistem Ekonomi Neoliberalis Kapitalisme dalam Perspektif Nilai-Nilai Etik Islam</title>
		<link>http://www.jurnal-ekonomi.org/sistem-ekonomi-neoliberalis-kapitalisme-dalam-perspektif-nilai-nilai-etik-islam/</link>
		<comments>http://www.jurnal-ekonomi.org/sistem-ekonomi-neoliberalis-kapitalisme-dalam-perspektif-nilai-nilai-etik-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 03 Feb 2007 02:47:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[ARSIP e-SYARIAH.Net]]></category>
		<category><![CDATA[Kapitalisme]]></category>
		<category><![CDATA[M. Hatta]]></category>
		<category><![CDATA[Neoliberal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurnal-ekonomi.org/2007/02/03/sistem-ekonomi-neoliberalis-kapitalisme-dalam-perspektif-nilai-nilai-etik-islam/</guid>
		<description><![CDATA[oleh: M. Hatta A. PENDAHULUAN Bumi, tempat kita menginjakkan kaki saat ini telah berubah begitu nyata. Berubah kearah yang semakin hari semakin membuat kita ingin terus menangis, hingga mengeringkan air mata. Hampir diseluruh wilayah bumi yang kita tempati saat ini bisa ditemukan kehancuran yang luar biasa. Kehancuran akibat dari ulah tangan manusia itu sendiri. Sungguh [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.jurnal-ekonomi.org/sistem-ekonomi-neoliberalis-kapitalisme-dalam-perspektif-nilai-nilai-etik-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Membangun Ekonomi Rumah Tangga Islami</title>
		<link>http://www.jurnal-ekonomi.org/membangun-ekonomi-rumah-tangga-islami/</link>
		<comments>http://www.jurnal-ekonomi.org/membangun-ekonomi-rumah-tangga-islami/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 19 Sep 2006 03:29:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[ARSIP e-SYARIAH.Net]]></category>
		<category><![CDATA[SISTEM EKONOMI SYARIAH]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi Rumah Tangga]]></category>
		<category><![CDATA[Hidayatullah Muttaqin]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurnal-ekonomi.org/2006/09/19/membangun-ekonomi-rumah-tangga-islami/</guid>
		<description><![CDATA[oleh: Hidayatullah Muttaqin Setiap pasangan suami istri tentu menginginkan hubungan yang harmonis, tenteram, dan sejahtera dalam ikatan mawaddah wa rahmah (cinta dan kasih sayang) sehingga dalam rumah tangganya tercipta baiti jannati (rumahku surgaku). Salah satu faktor yang sangat berpengaruh dalam mewujudkan baiti jannati adalah terpenuhinya nafkah keluarga terutama yang berkaitan dengan kebutuhan pokok. Tidak terpenuhinya [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.jurnal-ekonomi.org/membangun-ekonomi-rumah-tangga-islami/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>IMF dan Bahaya yang Ditimbulkannya</title>
		<link>http://www.jurnal-ekonomi.org/imf-dan-bahaya-yang-ditimbulkannya/</link>
		<comments>http://www.jurnal-ekonomi.org/imf-dan-bahaya-yang-ditimbulkannya/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 09 Sep 2006 02:44:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[ARSIP e-SYARIAH.Net]]></category>
		<category><![CDATA[Hidayatullah Muttaqin]]></category>
		<category><![CDATA[IMF]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurnal-ekonomi.org/2006/09/09/imf-dan-bahaya-yang-ditimbulkannya/</guid>
		<description><![CDATA[oleh: Hidayatullah Muttaqin Sejak diundangnya IMF untuk menangani krisis moneter dan ekonomi Indonesia pada tahun 1997, krisis di Indonesia bukannya menurun apalagi pulih justru krisis semakin mendalam dan melahirkan krisis multi dimensi yang berkepanjangan. Menurut Revrisond Baswir, setidaknya ada 10 dosa IMF yang menyebabkan terpuruknya kehidupan masyarakat Indonesia yaitu: (1) IMF menyebabkan terjadinya pelembagaan suatu [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.jurnal-ekonomi.org/imf-dan-bahaya-yang-ditimbulkannya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Peranan Negara dan Masyarakat dalam Mengentaskan Kemiskinan</title>
		<link>http://www.jurnal-ekonomi.org/peranan-negara-dan-masyarakat-dalam-mengentaskan-kemiskinan/</link>
		<comments>http://www.jurnal-ekonomi.org/peranan-negara-dan-masyarakat-dalam-mengentaskan-kemiskinan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 01 Sep 2006 03:28:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[ARSIP e-SYARIAH.Net]]></category>
		<category><![CDATA[Hidayatullah Muttaqin]]></category>
		<category><![CDATA[Kemiskinan]]></category>
		<category><![CDATA[Peran Negara]]></category>
		<category><![CDATA[Politik Ekonomi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurnal-ekonomi.org/2006/09/01/peranan-negara-dan-masyarakat-dalam-mengentaskan-kemiskinan/</guid>
		<description><![CDATA[oleh: Hidayatullah Muttaqin Masalah kemiskinan merupakan salah satu momok dalam kehidupan baik bagi individu maupun bagi masyarakat dan negara. Rasulullah SAW juga pernah mengingatkan : &#8220;Hampir-hampir kemiskinan itu menjadikan seseorang kufur.&#8221; (HR. Abu Nu&#8217;aim). Kemiskinan dapat digolongkan dalam kemiskinan struktural, kemiskinan kultural dan kemiskinan natural. Kemiskinan struktural disebabkan oleh kondisi struktur perekonomian yang timpang dalam [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.jurnal-ekonomi.org/peranan-negara-dan-masyarakat-dalam-mengentaskan-kemiskinan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Politik Ekonomi Kebijakan Fiskal Islam</title>
		<link>http://www.jurnal-ekonomi.org/politik-ekonomi-kebijakan-fiskal-islam/</link>
		<comments>http://www.jurnal-ekonomi.org/politik-ekonomi-kebijakan-fiskal-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 01 Sep 2006 03:27:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[ARSIP e-SYARIAH.Net]]></category>
		<category><![CDATA[SISTEM EKONOMI SYARIAH]]></category>
		<category><![CDATA[APBN]]></category>
		<category><![CDATA[Hidayatullah Muttaqin]]></category>
		<category><![CDATA[Kebijakan Fiskal]]></category>
		<category><![CDATA[Politik Ekonomi Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurnal-ekonomi.org/2006/09/01/politik-ekonomi-kebijakan-fiskal-islam/</guid>
		<description><![CDATA[oleh: Hidayatullah Muttaqin Pemahaman tentang politik ekonomi negara Islam sangat diperlukan untuk memahmai politik ekonomi kebijakan fiskal Islam. Sebab politik ekonomi merupakan garis kebijakan ekonomi yang melandasi kebijakan-kebijakan ekonomi negara seperti halnya kebijakan fiskal. Menurut an-Nabhani, politik ekonomi merupakan tujuan yang ingin dicapai oleh hukum-hukum yang dipergunakan untuk memecahkan mekanisme mengatur urusan manusia.*1) Jadi politik [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.jurnal-ekonomi.org/politik-ekonomi-kebijakan-fiskal-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

