// archives

JURNAL

This category contains 55 posts

Sumber Daya Alam di Era Khilafah

oleh: Hidayatullah Muttaqin, SE, MSI Sumber daya alam (SDA) adalah potensi sumber daya yang terkandung di dalam bumi, air, maupun di udara. Di dalam al-Qur’an disebutkan bumi sebagai tempat tinggal manusia, langit sebagai atap dan air hujan yang turun serta buah-buahan sebagai rezki untuk manusia.1 Di dalam al-Qur’an juga ditegaskan, bahwa Allah telah menjadikan segala [...]

Rekonstruksi Sistem Kepemilikan SDA untuk Kesejahteraan Rakyat

Siapa yang tidak kenal Kalimantan? Pulau terbesar di Indonesia ini menyimpan segudang kekayaan alam. Kekayaan sumber daya alam Kalimantan meliputi kehutanan, pertanian, perkebunan, dan pertambangan.

Konsepsi Ekonomi Islam untuk Pembangunan Ekonomi

Ketika menjalankan pembangunan ekonomi hal pertama yang harus jelas adalah bagaimana konsep yang digunakan? Begitu pula suatu konsep ekonomi yang telah diadopsi seperti di Indonesia, maka harus ada evaluasi untuk menilai apakah konsep yang diimplimentasikan tersebut benar dan mampu memecahkan masalah ataukah justru sebaliknya?

Memutus Mata Rantai Penjajahan di Indonesia

Indonesia adalah negara yang sangat kaya. Kekayaan sumber daya alamnya melimpah luar biasa. Wilayahnya sangat luas dan letak geografisnya sangat strategis. Jumlah penduduknya nomer empat dunia. Namun segenap potensi yang dimiliki tersebut tidak dapat mengangkat harkat hidup rakyat. Enam puluh lima tahun merdeka tidak ada perubahan berarti pada negeri kita, kecuali semakin jauhnya negara dari tanggungjawabnya terhadap rakyat.

Politik Industri Migas Perspektif Syariah

Dalam perspektif syariah, politik industri migas menempatkan negara sebagai regulator sekaligus pelaku. Negara adalah pengelola industri migas sedangkan umat adalah pemegang hak miliknya. Ketika politik ini dijalankan maka sumber daya migas dan industri pengolahannya berada dalam kontrol negara.

Ilusi MDGs Mengentaskan Kemiskinan

Pada 20-22 September 2010 lalu PBB menyelenggarakan Konferensi Tingkat Tinggi tentang Millennium Development Goals (MDG) di New York. KTT MDG yang mengangkat tema We Can End Poverty by 2015 dihadiri kurang lebih 150 kepala negara dan pemerintahan. KTT berupaya untuk menggalang komitmen para pemimpin dunia memerangi kemiskinan. Apa yang menjadi latar belakang MDGs?

Skenario Penjajah di Balik Kontra Terorisme dan Radikalisme

Barat telah mengalami kebangkrutan ideologi sedangkan Islam sedang menyongsong kebangkitan dengan adanya gerakan Islam ideologis yang berupaya mengembalikan syariah dan khilafah ke tengah-tengah umat Islam. Inilah dua hal yang mengancam eksistensi Barat. Mau tidak mau Barat berupaya mempertahankan penjajahannya di dunia dengan berbagai cara. War on Terrorism adalah salah satu cara Barat memanipulasi dunia. Barat mendesakkan hal ini ke negeri-negeri Islam, termasuk Indonesia, agar memerangi Islam dengan atas nama perang terhadap terorisme.

Mencoba Meramu APBN Syariah

Bagaimana wajah APBN Indonesia kalau dibuat dengan paradigma syariah? Dari sisi penerimaan apakah pajak akan terus menjadi pilar APBN? Lalu dari sisi pengeluaran apakah pembayaran pokok dan cicilan hutang masih akan mendominasi di samping pos subsidi?

Negeri Kaya Tambang Miskin Batubara

Gubernur Kalimantan Timur Awang Faroek sebagaimana dipetik Kompas hari ini (5/2/2010) menceritakan keluh kesahnya tentang ironi pemanfaatan sumber daya alam (SDA) propinsi tersebut dalam Rapat Dengar Pendapat Badan Anggaran DPR kemarin (4/2). Ia mencontohkan, bagaimana sebuah perusahaan tambang batubara di propinsi tersebut setiap tahunnya dapat menghasilkan batubara sebanyak 45 juta ton, tetapi pemasaran hasilnya hanya 5% untuk kebutuhan dalam negeri sedangkan 95% ditujukan untuk ekspor. Selama ini, daerah-daerah penghasil batubara seperti Kalimanan Timur, Kalimantan Selatan, dan Sumatera Selatan justru mendapatkan pasokan batubara yang sangat minim.

G20: Sarana Baru Imperialisme Barat

G-20 merupakan sebuah forum baru yang mempertemukan negara-negara kaya yang sebelumnya terhimpun dalam G-8 dengan negara-negara berkembang dengan skala ekonomi yang cukup besar. Keberadaan G-20 didorong oleh pukulan krisis keuangan global yang “bersumbu” di AS. Apa yang melatarbelakangi G-20 dan siapa yang memanfaatkan keberadaan organisasi ini? Bagaimana posisi Indonesia serta konsekwensinya bagi perekonomian dunia? Tulisan ini berusaha mengulas pertanyaan-pertanyaan tersebut.

Switch to our mobile site