// archives

JURNAL

This category contains 59 posts

Skenario Penjajah di Balik Kontra Terorisme dan Radikalisme

Barat telah mengalami kebangkrutan ideologi sedangkan Islam sedang menyongsong kebangkitan dengan adanya gerakan Islam ideologis yang berupaya mengembalikan syariah dan khilafah ke tengah-tengah umat Islam. Inilah dua hal yang mengancam eksistensi Barat. Mau tidak mau Barat berupaya mempertahankan penjajahannya di dunia dengan berbagai cara. War on Terrorism adalah salah satu cara Barat memanipulasi dunia. Barat mendesakkan hal ini ke negeri-negeri Islam, termasuk Indonesia, agar memerangi Islam dengan atas nama perang terhadap terorisme.

Mencoba Meramu APBN Syariah

Bagaimana wajah APBN Indonesia kalau dibuat dengan paradigma syariah? Dari sisi penerimaan apakah pajak akan terus menjadi pilar APBN? Lalu dari sisi pengeluaran apakah pembayaran pokok dan cicilan hutang masih akan mendominasi di samping pos subsidi?

Negeri Kaya Tambang Miskin Batubara

Gubernur Kalimantan Timur Awang Faroek sebagaimana dipetik Kompas hari ini (5/2/2010) menceritakan keluh kesahnya tentang ironi pemanfaatan sumber daya alam (SDA) propinsi tersebut dalam Rapat Dengar Pendapat Badan Anggaran DPR kemarin (4/2). Ia mencontohkan, bagaimana sebuah perusahaan tambang batubara di propinsi tersebut setiap tahunnya dapat menghasilkan batubara sebanyak 45 juta ton, tetapi pemasaran hasilnya hanya 5% untuk kebutuhan dalam negeri sedangkan 95% ditujukan untuk ekspor. Selama ini, daerah-daerah penghasil batubara seperti Kalimanan Timur, Kalimantan Selatan, dan Sumatera Selatan justru mendapatkan pasokan batubara yang sangat minim.

G20: Sarana Baru Imperialisme Barat

G-20 merupakan sebuah forum baru yang mempertemukan negara-negara kaya yang sebelumnya terhimpun dalam G-8 dengan negara-negara berkembang dengan skala ekonomi yang cukup besar. Keberadaan G-20 didorong oleh pukulan krisis keuangan global yang “bersumbu” di AS. Apa yang melatarbelakangi G-20 dan siapa yang memanfaatkan keberadaan organisasi ini? Bagaimana posisi Indonesia serta konsekwensinya bagi perekonomian dunia? Tulisan ini berusaha mengulas pertanyaan-pertanyaan tersebut.

Bukti Kejahatan Korporasi Asing Berkedok HAM

Oleh: Taufik Hidayat HAM atau yang sering dikenal dengan Hak Asasi Manusia, saat ini merupakan sebuah gagasan yang sangat populer. Ide ini meluas keseluruh penjuru dunia dan dianggap sebagai dewa penolong bagi umat manusia. Bahkan gagasan HAM sudah menjadi standar baik dan buruk bagi manusia. Segala perbuatan yang melanggar HAM dianggap tercela, sedangkan perbuatan yang [...]

Problem Mata Uang Kertas (Fiat Money)

Fiat-EmpireKehancuran kapitalisme di Amerika, Eropa dan dunia Internasional tinggal tunggu waktu. Terlebih lagi bila triliunan US Dollar dana penyelamatan itu tak kunjung membuahkan hasil. Inflasi, resesi dan depresi terus mengancam seolah membuktikan bahwa teori-toeri ekonomi sekarang ini mulai terbukti kerusakannya dan tumbang satu-persatu. Kehancuran perekonomian ini merupakan harga yang sangat mahal akibat keserakahan terhadap mata uang kertas (fiat money) ala Amerika dan dunia Eropa.

Pendapat Tokoh-Tokoh Barat terhadap Keunggulan Dinar

Sejak jaman dahulu kala, emas merupakan barang yang sangat berharga. Nilainya tidak pernah turun dan cenderung stabil terhadap barang/aset. Hal ini berbeda dengan nilai mata uang berbasis kertas belaka atau fiat money seperti Rupiah dan Dollar. Berikut ini pendapat beberapa tokoh Barat tentang mata uang dinar.

Mengkonstruksi Konsep Inflasi dalam Daulah Khilafah (bagian I)

inflasiSebagaimana diketahui, banyak para ekonom, baik itu ekonom konvensional maupun Islam, mengatakan bahwa salah satu permasalahan ekonomi yang harus atau wajib dipecahkan adalah persoalan inflasi. Tulisan ini dimaksudkan penulis sebagai kajian awal konsep inflasi dalam kerangka Daulah Khilafah.

Mengenal APBN Khilafah

Memang kalau kita menilik ke dalam catatan sejarah Islam, tidak dikenal istilah kata APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) dalam Islam, akan tetapi dalam Islam terdapat suatu konsep yang mewujud dalam bentuk lembaga yang tak terpisahkan dalam Struktur Khilafah untuk mengatur penerimaan dan pegeluaran negara yang dikenal dengan Baitul mal (Zallum, 1983). Baitul Mal dalam pengertian ini, telah dipraktekkan dalam sejarah Islam sejak masa Rasulullah, diteruskan oleh para khalifah sesudahnya, yaitu masa Abu Bakar, Umar bin Khaththab, Utsman bin Affan, Ali Bin Abi Thalib, dan khalifah-khalifah berikutnya, hingga kehancuran Khilafah di Turki tahun 1924.

Jejak Neoliberalisme di Indonesia

indonesiaSaat ini perbincangan tentang Neoliberalisme telah lepas dari akar ideologinya (Kapitalisme), sehingga banyak yang memandang Neoliberalisme hanya sebatas “isme” anti intervensi pemerintah dan anti subsidi. Karena itu pula pasangan SBY-Boediono mengklaim pemerintahannya bukanlah pemerintahan Neoliberal melainkan pemerintahan yang menjalan kebijakan ekonomi jalan tengah. SBY beralasan pemerintahannya masih menerapkan intervensi dan subsidi, termasuk program BLT dan PNPM Mandiri.