Di balik fundamental ekonomi yang kuat sejatinya terdapat kehidupan masyarakat yang juga kuat, kuat kemampuan ekonominya dan kuat kepribadiannya. Tapi apa yang terjadi di Indonesia?
Dalam rilis berita ADB yang diterima Jurnal Ekonomi Ideologis kemarin (22/9), ADB memprediksi Asia akan memimpin pemulihan ekonomi global. Hal ini tertuang dalam update Asian Development Outlook (ADO) 2009.
Krisis global semakin menunjukkan kekuatannya dengan melenyeapkan aset-aset finansial dalam jumlah besar. Bank Pembangunan Asia -Asian Depevelopment Bank (ADB)- melaporkan kerugian akibat krisis keuangan global pada tahun 2008 mencapai US$ 50 trilyun atau setara Rp 600 ribu trilyun (kurs Rp 12.000/dollar AS). Kerugian ini meliputi aset dalam bentuk saham, obligasi, dan mata uang.