Barat telah mengalami kebangkrutan ideologi sedangkan Islam sedang menyongsong kebangkitan dengan adanya gerakan Islam ideologis yang berupaya mengembalikan syariah dan khilafah ke tengah-tengah umat Islam. Inilah dua hal yang mengancam eksistensi Barat. Mau tidak mau Barat berupaya mempertahankan penjajahannya di dunia dengan berbagai cara. War on Terrorism adalah salah satu cara Barat memanipulasi dunia. Barat mendesakkan hal ini ke negeri-negeri Islam, termasuk Indonesia, agar memerangi Islam dengan atas nama perang terhadap terorisme.
Amerika adalah institusi dalam wujud negara. Yakni sebuah negara Kapitalis besar yang menjadikan imperialisme sebagai metode untuk melestarikan dan memperbesar kapasitas institusinya.
Sejak invasi Amerika Serikat ke Irak sudah 1.339.771 umat manusia yang dibantai (justforeignpolicy.org).
Peristiwa ledakan bom di Hotel J.W. Marriot dan Ritz-Carlton Jumat pagi lalu, telah berkembang dengan cepat menjadi isu terorisme yang dikaitkan dengan Islam. Meski opini tersebut tidak langsung ditujukan kepada Islam, namun media lokal dan asing termasuk pemerintahan Barat telah menunjuk hidung Jemaah Islamiyah.
Sejak resesi mulai menimpa AS pada Desember 2007 hingga sekarang, sudah 5,7 juta warga AS yang harus meninggalkan pekerjaannya. Kondisi ini menyebabkan jumlah pengangguran terakhir meningkat menjadi 13,7 juta orang.
Presiden Amerika Serikat, Barack Husein Obama telah mencapai kesepakatan baru dengan Presiden Pakistan dan Afghanistan. Menurut Obama, ia telah mendapatkan komitmen dari kedua presiden tersebut untuk lebih agresif memerangi Taliban dan al-Qaida.
Komite Pasar Terbuka Federal bank sentral Amerika Serikat Federal Reserve (Fed) akhirnya mengambil langkah “pragmatis” di dalam penanganan krisis keuangan di AS, yakni dengan mencetak mata uang dollar. Pencetakan dilakukan antara lain untuk membeli obligasi pemerintah AS senilai US$ 300 miliar.
Krisis keuangan Amerika Serikat telah membawa negeri itu ke titik defisit keuangan paling besar sepanjang sejarah AS. Dalam satu tahun utang pemerintah AS berkembang lebih dari 13,68% atau bertambah US$ 1,459 trilyun. Kini rasio utang publik AS mencapai 76,01% PDB sedangkan rasio seluruh utang AS -termasuk swasta- setara 350% PDB.
Setelah bulan lalu pemerintahan Presiden Barack Obama mengeluarkan paket stimulus ekonomi senilai US$ 787 miliar yang menyebabkan sistem fiskal AS mengalami defisit terbesar sepanjang sejarah US$ 1,75 trilyun, Amerika dihadapkan pada kondisi perekonomian yang semakin suram.