Dalam tur ke-duanya di luar negeri, Menteri Luar Negeri Hillary Clinton kepada Presiden Israel Shimon Perez menyatakan “tak tergoyahkan, tahan lama dan mendasar” bagi negara Israel…komitmen kuat kami terhadap keamanan Israel”
Biro Analisis Ekonomi (BEA) Amerika merilis laporan tentang semakin jatuhnya perekonomian Amerika Serikat. Dalam rilis yang berjudul Gross Domestic Product: Fourth Quarter 2008 (Preliminary), perekonomian AS pada kuartal IV mengalami kontraksi 6,2%. Pada kuartal III PDB AS anjlok 0,5%.
Defisit APBN pada tahun pertama pemerintahan Obama memecahkan rekor jumlah defisit APBN yang diciptakan pemerintahan Bush tahun lalu. Di akhir pemerintahannya, Bush mewariskan defisit APBN yang sangat besar US$ 454,8 setara dengan 5,5 kali APBN Indonesia tahun 2009. Sedangkan defisit anggaran pemerintahan Obama memecahkan rekor dengan 21,3 kali APBN Indonesia 2009. Alamak!!!
Sejak pencalonan dirinya sebagai kandidat calon presiden Amerika, Obama dikenal sebagai seorang politisi muda yang gemar dan pandai beretorika. Slogan terkenalnya; “Yes, we can change.” Dalam pidato perdananya sebagai Presiden AS di Kongres, Obama mengatakan: “Amerika Serikat akan muncul lebih kuat dari sebelumnya.” Gambaran suram ekonomi AS merupakan sebuah kenyataan yang setiap hari menghantui pemerintah dan rakyat Amerika. Boleh dikatakan tidak ada senjata yang dapat digunakan oleh negara kapitalis ini untuk menghentikan krisis apalagi dengan presiden yang suka beretoika di hadapan rakyatnya.

Seperti dalam lawatannya ke Indonesia, di Beijing China, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Hillary Rodham Clinton menyerukan kemitraan yang lebih akrab dengan China. Hillary mengungkapkan bahwa China dan Amerika harus bekerjasama dalam krisis global, perubahan iklim, dan isu-isu penting lainnya. Benarkah Amerika serius membangun kemitraan?
oleh: Hidayatullah Muttaqin. Mulai hari ini hingga esok (18-19 Februari) Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Hillary Rodham Clinton berkunjung ke Indonesia setelah sebelumnya bertamu ke Jepang. Kunjungannya ini merupakan lawatan pertamanya ke luar negeri setelah secara resmi menjabat sebagai menlu di bawah pemerintahan Obama.
Bak gayung bersambut, kedatangan menlu negara adi kuasa disambut dengan latah oleh pejabat negara dan media di Indonesia. Eforia sedang melanda negeri ini karena merasa diperhatikan dan diprioritaskan oleh Amerika Serikat.
Serangan rudal Amerika di Waziristan Selatan Pakistan dekat perbatasan Afganistan menewaskan 25 orang. Terkait masalah ini, Presiden Obama di awal pekan menyatakan Amerika memastikan Pakistan menjadi sekutu kental dalam memerangi terorisme (BBC Indonesia, 14/2/2009).
Serangan ini merupakan bukti nyata pelanggaran kedaulatan sebuah negara. Serangan ini juga kejahatan terhadap kemanusiaan.
Banyak orang di seluruh dunia termasuk Indonesia berharap Obama dapat mengubah wajah Amerika yang “jahat” menjadi “baik hati”. Ketua MPR Hidayat Nur Wahid mengatakan: “Ini memang menantang dan menarik karena ada sesuatu yang baru. Tetapi, dunia cuma bisa berharap, Obama akan menghadirkan tata dunia baru yang tidak lagi berbasis pada hegemoni arogan negara yang bernama AS ini”. Perubahan kepemimpinan di AS dari Bush ke Obama harus dilihat sebagai pergantian kepemimpinan yang biasa terjadi. Dan tentu saja setiap kebijakan dan keputusan Obama senantiasa terikat dengan fikrah dan thariqah Kapitalisme.
US Debt from 1940 to 2007. Red lines indicate the public debt and black lines indicate the gross debt, the difference being that the gross debt includes funds held by the government (i.e. the Social Security Trust Fund). The second chart shows debt as a percentage of U.S. GDP or dollar value of economic production per year. (Note: The two charts above do not include the recent rise of the public debt to above $10 trillion on September 30, 2008. )