<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Jurnal Ekonomi Ideologis &#187; Dialog Politik Ekonomi</title>
	<atom:link href="http://www.jurnal-ekonomi.org/tag/dialog-politik-ekonomi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.jurnal-ekonomi.org</link>
	<description>Jurnal Analisis Politik Ekonomi Perspektif Ideologi Islam</description>
	<lastBuildDate>Sun, 05 Feb 2012 23:09:06 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>KARENA AMNESIA PEMERINTAH LUPA RAKYAT</title>
		<link>http://www.jurnal-ekonomi.org/karena-amnesia-pemerintah-lupa-rakyat/</link>
		<comments>http://www.jurnal-ekonomi.org/karena-amnesia-pemerintah-lupa-rakyat/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 May 2008 01:25:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[LIPUTAN KEGIATAN]]></category>
		<category><![CDATA[BBM]]></category>
		<category><![CDATA[Dialog Politik Ekonomi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurnal-ekonomi.org/?p=741</guid>
		<description><![CDATA[<p style="float:right; margin:0 0 10px 15px; width:240px;">
		<img src="http://jurnal-ekonomi.org/wp-content/uploads/2008/05/dialogprokontrabbm20mei2008-4-300x224.jpg" width="240" />
		</p><a href="http://jurnal-ekonomi.org/wp-content/uploads/2008/05/sby-jk.gif"><img style="border: 1px solid black; margin: 5px; float: left;" title="sby-jk" src="http://jurnal-ekonomi.org/wp-content/uploads/2008/05/sby-jk.gif" alt="Presiden SBY-JK" height="146" width="200"/></a>Kebijakan zalim pemerintah yang sudah melampaui batas dengan menaikan harga BBM diakibatkan oleh penyakit ‘amnesia’ yang diderita pemerintah. Menurut Hidayatullah, <i>“Amnesia pemerintah adalah penyakit yang menyebabkan pemerintah lupa siapa dirinya, lupa bahwa dirinya adalah penanggungjawab dan pengatur urusan rakyatnya, lupa bahwa dirinya harus melindungi dan mensejahterakan rakyatnya”.</i>]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.jurnal-ekonomi.org/karena-amnesia-pemerintah-lupa-rakyat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Faktor-Faktor Penyebab Kelangkaan dan Kenaikan BBM</title>
		<link>http://www.jurnal-ekonomi.org/bbm-langka-dan-mahal-karena-negara-lepas-tanggung-jawab-lanjutan-1/</link>
		<comments>http://www.jurnal-ekonomi.org/bbm-langka-dan-mahal-karena-negara-lepas-tanggung-jawab-lanjutan-1/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 28 Dec 2007 18:49:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[LIPUTAN KEGIATAN]]></category>
		<category><![CDATA[BBM]]></category>
		<category><![CDATA[Dialog Politik Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Hidayatullah Muttaqin]]></category>
		<category><![CDATA[Penyebab Kelangkaan dan Kenaikan BBM]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurnal-ekonomi.org/2007/12/29/faktor-faktor-penyebab-kelangkaan-dan-kenaikan-bbm/</guid>
		<description><![CDATA[Ada tiga faktor penyebab langka dan mahalnya BBM di Indonesia, yaitu: faktor teknis, faktor spekulatif, dan faktor politik ekonomi. Dari ketiga faktor tersebut, faktor politik ekonomi merupakan faktor utama terjadinya kelangkaan dan kenaikan harga BBM tersebut.  ]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.jurnal-ekonomi.org/bbm-langka-dan-mahal-karena-negara-lepas-tanggung-jawab-lanjutan-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Peserta Dialog: Perlu Langkah Nyata &amp; Tekanan terhadap Pemerintah dan DPRD</title>
		<link>http://www.jurnal-ekonomi.org/bbm-langka-dan-mahal-karena-negara-lepas-tanggung-jawab-lanjutan-3/</link>
		<comments>http://www.jurnal-ekonomi.org/bbm-langka-dan-mahal-karena-negara-lepas-tanggung-jawab-lanjutan-3/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 28 Dec 2007 17:05:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[LIPUTAN KEGIATAN]]></category>
		<category><![CDATA[BBM]]></category>
		<category><![CDATA[Dialog Politik Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Tekanan terhadap Pmerintah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurnal-ekonomi.org/2007/12/29/bbm-langka-dan-mahal-karena-negara-lepas-tanggung-jawab-lanjutan-3/</guid>
		<description><![CDATA[<p style="float:right; margin:0 0 10px 15px; width:240px;">
		<img src="http://www.hizbut-tahrir.or.id/container/uploads/2007/12/kalseldiskusi01.jpg" width="240" />
		</p>BBM oleh: Hidayatullah Muttaqin Catatan Dialog Politik Ekonomi HTI Kal-Sel: Analisis Politik Ekonomi di Balik Kenaikan Harga BBM 2007 Dalam sesi dialog yang dapat saya rangkum, mantan Rektor Uniska Bapak Alfian menyampaikan pandangan bahwa kebijakan pemerintah yang menyebabkan rakyat sengsara tidak dapat dilepaskan dari sistem politik yang dianut negara kita. Karenanya perbaikan sisi ekonomi harus [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.jurnal-ekonomi.org/bbm-langka-dan-mahal-karena-negara-lepas-tanggung-jawab-lanjutan-3/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kapitalisme di Balik Kebijakan Penaikan Harga dan Pengurangan Subsidi BBM</title>
		<link>http://www.jurnal-ekonomi.org/bbm-langka-dan-mahal-karena-negara-lepas-tanggung-jawab-lanjutan-2/</link>
		<comments>http://www.jurnal-ekonomi.org/bbm-langka-dan-mahal-karena-negara-lepas-tanggung-jawab-lanjutan-2/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 28 Dec 2007 16:56:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[LIPUTAN KEGIATAN]]></category>
		<category><![CDATA[BBM]]></category>
		<category><![CDATA[Dialog Politik Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Kapitalisme]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurnal-ekonomi.org/2007/12/29/bbm-langka-dan-mahal-karena-negara-lepas-tanggung-jawab-lanjutan-2/</guid>
		<description><![CDATA[oleh: Hidayatullah Muttaqin Catatan Dialog Politik Ekonomi HTI Kal-Sel: Analisis Politik Ekonomi di Balik Kenaikan Harga BBM 2007 Sejak reformasi kita selalu mendengar pernyataan-pernyataan pejabat negara yang begitu membosankan, yakni subsidi terlalu besar sehingga sangat membebani keuangan negara dan menyebabkan kemampuan pemerintah membiayai anggaran publik seperti pendidikan menjadi sangat terbatas. Di samping itu mereka juga [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.jurnal-ekonomi.org/bbm-langka-dan-mahal-karena-negara-lepas-tanggung-jawab-lanjutan-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>BBM Langka dan Mahal karena Negara Lepas Tanggung Jawab</title>
		<link>http://www.jurnal-ekonomi.org/bbm-langka-dan-mahal-karena-negara-lepas-tanggung-jawab-3/</link>
		<comments>http://www.jurnal-ekonomi.org/bbm-langka-dan-mahal-karena-negara-lepas-tanggung-jawab-3/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 29 Dec 2007 00:10:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[LIPUTAN KEGIATAN]]></category>
		<category><![CDATA[BBM]]></category>
		<category><![CDATA[Dialog Politik Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Negara Lepas Tangan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurnal-ekonomi.org/2007/12/29/bbm-langka-dan-mahal-karena-negara-lepas-tanggung-jawab/</guid>
		<description><![CDATA[BBM oleh: Hidayatullah Muttaqin Catatan Dialog Politik Ekonomi HTI Kal-Sel: Analisis Politik Ekonomi di Balik Kenaikan Harga BBM 2007 Download slide presentasi Analisis Politik Ekonomi d Balik Kenaikan dan Kelangkaan BBM 2007 Navigasi tulisan: BBM Langka dan Mahal karena Pemerintah Lepas Tanggung Jawab Faktor-Faktor Penyebab Kelangkaan dan Kenaikan BBM Kepentingan Kapitalisme di Balik Kebijakan Kenaikan [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.jurnal-ekonomi.org/bbm-langka-dan-mahal-karena-negara-lepas-tanggung-jawab-3/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

