Sejak jaman dahulu kala, emas merupakan barang yang sangat berharga. Nilainya tidak pernah turun dan cenderung stabil terhadap barang/aset. Hal ini berbeda dengan nilai mata uang berbasis kertas belaka atau fiat money seperti Rupiah dan Dollar. Berikut ini pendapat beberapa tokoh Barat tentang mata uang dinar.
Kurs Rupiah terhadap dollar Amerika terus merosot. Pekan lalu nilainya mencapai Rp 12.000/ dollar AS. Pergerakan rupiah yang curam ini cukup mengkhawatirkan meskipun penguatan dollar terjadi atas sebagian besar mata uang dunia (Kompas, 16/2/2009). Rupiah yang notabene mata uang kertas inconvertiblememang memiliki potensi besar mengalami gejolak kurs. Kita membutuhkan mata uang yang aman dan terjaga nilainya, yakni mata uang dinar.
Pertanyaan : Assalamu’alaikum Wr. Wb. Ustadz, Mata uang kita tidak pernah stabil terhadap mata uang lainnya. Pada penjelasan tanya jawab mengenai solusi Islam mengatasi krisis keuangan disebutkan mengenai standar mata uang emas atau perak. Apakah kita harus membawa sekarung emas atau perak untuk beli mobil atau transaksi milyaran lainnya ? bagaimana cara Praktis Merubah/Mengkonversi Uang [...]
oleh: Zaim Saidi Meski tidak secara eksplisit, Dodik Siswantoro dalam opininya, Dolarisasi Versus Dinarisasi (Republika, 2/7), tampaknya ingin ikut mempromosikan dinar emas sebagai alternatif sistem moneter dunia. Selain tidak eksplisit, tulisan Dodik juga belum disertai argumentasi yang meyakinkan. Pada akhir tulisannya secara retorik Dodik bahkan mempertanyakan strategi yang sarat ”dengan romantisme sejarah” ini. Tulisan berikut [...]
oleh: Cecep Maskanul Hakim I. PENDAHULUAN Krisis ekonomi yang melanda Indonesia dan kawasan Asia telah berlanjut memasuki tahun ke 3. Belum ada tanda-tanda bahwa krisis di kawasan ini akan pulih, meskipun Indonesia yang dianggap sebagai salah satu daerah penggerak ekonomi kawasan Asia Tenggara telah dianggap sukses melaksanakan pemilihan umum, tanpa diwarnai kekerasan. Sebagaimana dimaklumi, krisis [...]