Tahun 2009 ini ekonomi Indonesia menghadapi tekanan yang lebih berat dengan besarnya jumlah utang swasta yang jatuh tempo, yakni sebesar 22,6 miliar dollar AS. Padahal tahun ini pula pemerintah Indonesia menganggarkan pembayaran utang dalam APBN sebanyak Rp 172 trilyun.
Pengelolaan negeri ini tidak pernah dapat melepaskan diri dari kebiasaan berutang. Selain kebiasaan menyusutkan harta negara, pemerintah juga memiliki kebiasaan berutang. “Gali lobang tutup lobang” itulah pekerjaan pemerintah saat ini. Terbitkan surat utang kemudian buy back.
Mungkin anda masygul melihat “cara” negeri ini dikelola. Beberapa minggu yang lalu, pemerintah berencana melakukan privatisasi 20 BUMN dengan resiko jatuhnya harga-harga saham BUMN disamping resiko kehilangan kendali ekonomi melalui BUMN. Kini, di tengah krisis global pula pemerintah melalui Departemen Keuangan menerbitkan obligasi atau Surat Utang Negara dalam mata uang dollar AS (Global Medium Term Note / GMTN).
disalin dari: World Bank Utang pemerintah Indonesia kepada Bank Dunia mencapai 6 persen dari seluruh utangnya. Sampai hari ini, total utang Indonesia yang belum dibayar kepada Bank Dunia adalah sebesar US$8,9 milyar (IBRD US$7,6 milyar, dan IDA US$1,3 milyar bersifat concessional) Gambar 6: Komposisi utang pemerintah, 2006 (persen dari total)
Silahkan baca detainya