Tulisan ini bertujuan menjelaskan 3 (tiga) poin yang saling terkait dalam konteks globalisasi, kemiskinan, dan agama; yaitu : (1) bagaimana hubungan globalisasi dan kemiskinan, (2) bagaimana respon agama (atau agama-agama) terhadap globalisasi, (3) bagaimana respon Hizbut Tahrir terhadap globalisasi.
Kebijakan pemerintah menaikan harga BBM merupakan buah dari liberalisasi sektor migas khususnya dan sektor ekonomi pada umumnya. Menurut Ismail Yusanto, liberalisasi sektor migas di Indonesia sudah sangat mengkhawatirkan.
oleh: M. Shiddiq al-Jawi Sistem ekonomi Islam terlahir dari sebuah paradigma — menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia diartikan sebagai kerangka berfikir — Islam berupa pemikiran menyeluruh tentang alam semesta, manusia dan kehidupan dunia, sebelum dunia dan kehidupan setelahnya serta kaitan (hubungan) antara kehidupan dunia dengan kehidupan sebelum dan sesudahnya. Pemikiran menyeluruh itu menjawab tiga pertanyaan [...]
oleh: Ismail Yusanto Korupsi di Indonesia agaknya telah menjadi persoalan yang amat kronis. Ibarat penyakit, korupsi telah menyebar luas ke seantero negeri dengan jumlah yang dari tahun ke tahun cenderung semakin meningkat serta modus yang makin beragam. Hasil riset yang dilakukan oleh berbagai lembaga, juga menunjukkan bahwa tingkat korupsi di negeri yang penduduknya mayoritas muslim [...]
oleh: Ismail Yusanto Bantuan luar negeri adalah salah satu teknik negara-negara Barat untuk melangsungkan imperialisme (penjajahan) kepada negara-negara jajahannya (Abdurrahman Al Maliki, As Siyasah Al Iqtishadiyah Al Mutsla, hal. 7). Sedang imperialisme itu sendiri, sesungguhnya merupakan metode tetap yang khas dari negara-negara Barat untuk menyebarluaskan ideologi kapitalisme yang mereka anut. Menurut Syaikh Taqiyyuddin An Nabhani [...]
oleh: Ismail Yusanto Selain sektor riil (perdagangan dan jasa), dalam sistem ekonomi kapitalistik berkembang pula sektor non-riil atau sektor keuangan. Dalam sektor ini, uang tidak lagi dianggap sebagai alat tukar semata tapi juga sebagai komoditi yang bisa diperdagangkan atau diambil “manfaatnya’. Salah satu bentuknya adalah “jasa” asuransi.