oleh: Hidayatullah Muttaqin, SE, MSI Sumber daya alam (SDA) adalah potensi sumber daya yang terkandung di dalam bumi, air, maupun di udara. Di dalam al-Qur’an disebutkan bumi sebagai tempat tinggal manusia, langit sebagai atap dan air hujan yang turun serta buah-buahan sebagai rezki untuk manusia.1 Di dalam al-Qur’an juga ditegaskan, bahwa Allah telah menjadikan segala [...]
Sebagaimana diketahui, banyak para ekonom, baik itu ekonom konvensional maupun Islam, mengatakan bahwa salah satu permasalahan ekonomi yang harus atau wajib dipecahkan adalah persoalan inflasi. Tulisan ini dimaksudkan penulis sebagai kajian awal konsep inflasi dalam kerangka Daulah Khilafah.
Ratusan Muslim Uighur tewas, seribu di antaranya ditangkap. Sedangkan sepuluh ribu muslim Uighur mengungsi keluar dari tanah kelahirannya. Seperti dikutip Eramuslim.com (9/7/2009), organisasi-organisasi Muslim Uighur di pengasingan menyebut keadaan di Xinjiang sebagai genosida.
Memang kalau kita menilik ke dalam catatan sejarah Islam, tidak dikenal istilah kata APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) dalam Islam, akan tetapi dalam Islam terdapat suatu konsep yang mewujud dalam bentuk lembaga yang tak terpisahkan dalam Struktur Khilafah untuk mengatur penerimaan dan pegeluaran negara yang dikenal dengan Baitul mal (Zallum, 1983). Baitul Mal dalam pengertian ini, telah dipraktekkan dalam sejarah Islam sejak masa Rasulullah, diteruskan oleh para khalifah sesudahnya, yaitu masa Abu Bakar, Umar bin Khaththab, Utsman bin Affan, Ali Bin Abi Thalib, dan khalifah-khalifah berikutnya, hingga kehancuran Khilafah di Turki tahun 1924.
Ini adalah ebook yang dipublikasikan dari situs JURNAL EKONOMI IDEOLOGIS. Ebook ini membahas tentang bagaimana posisi kebangkrutan Amerika Serikat akibat krisis finansial telah menghantar negara tersebut dan ideologi Kapitalismenya ke dalam kegagalan sistem (Failed System).

Assalamu’alaikum wr. Wb. Ustadz, meskipun banyak negara yang menerapkan sistem demokrasi (tidak menerapkan sistem ekonomi syariah) namun kenyataannya banyak Negara yang sejahtera. Terbukti tingkat pendapatan perkapita mereka tinggi (http://www.forbes.com/lists/2008/6/biz_bizcountries08_Best-Countries-for-Business_GDPPerCap.html). Apakah ini berarti bahwa demokrasi itu sekedar alat, yang penting sejahtera ? Terima kasih atas jawabannya. Wassalam Andi di Jakarta Jawaban : Wa’alaikum salam wr. Wb. [...]
Sudan merupakan negara yang kaya sumber daya alam. Di wilayah konflik, Darfur, terdapat sumber daya alam seperti minyak, uranium, dan tembaga. Wilayah ini menarik perhatian bangsa-bangsa penjajah untuk mendapatkannya dengan saling berebut pengaruh di kawasan tersebut dan menciptakan konflik di sana. Sudan merupakan satu bagian dari 50-an wilayah Islam yang terpecah belah dalam nation state. Sudan membutuhkan solusi Islam, solidaritas Islam, dan kekuatan umat. Sudan membutuhkan tegaknya Khilafah.
Pemerintah dan DPR akhirnya menyepakati paket stimulus fiskal senilai Rp 73,3 trilyun dalam APBN 2009. Menurut Gubernur BI, Boediono: “Kami mendukung perlunya stimulus fiskal. Ada tiga elemen yang selalu ada dalam paket penanganan krisis, yaitu pelonggaran moneter, penguatan perbankan, dan stimulus.”
Perhatian dunia terpusat ke pasar modal. Indikator-indikator finansial menunjukkan suasana yang kelam bagi negara-negara dunia khususnya Amerika Serikat. Kebangkrutan besar-besaran sedang berjalan. Tidak hanya melanda AS tapi juga seluruh dunia khususnya Eropa dan Jepang. Trilyunan dollar AS dikucurkan hanya untuk menunda waktu kebangkrutan. Bukan untuk menyelesaikan masalah. Kapitalisme yang sangat membenci intervensi negara dalam perekonomian (laissez faire) terpaksa menasionalisasi korporasi finansial dan membayar hutang swasta (bail out) secara besar-besaran. Kapitalisme sudah diujung tanduk. Ini kesempatan Islam untuk kembali memimpin dunia dengan Khilafah.
Download Slide Presentasi Manajemen Kebijakan Energi Sistem Khilafah