// archives

Krisis Keuangan Global

This tag is associated with 29 posts

Apakah Krisis Saat Ini Lebih Hebat dari Great Depression 1929?

Foto: New York TimesSaat ini timbul perdebatan tentang apakah krisis global yang bersumbu dari gagalnya sistem keuangan Barat (akan) lebih hebat dari Depresi Besar -Great Depression- 1929 ataukah tidak? Dalam sebuah opini New York Times (16/2/2009) dipertanyakan apakah Amerika sudah memasuki depresi? Tentu saja dijawab oleh pemerintah Amerika Serikat TIDAK.

Wapres: Krisis Ekonomi Mengajarkan untuk Menggunakan Sistem Ekonomi Islam

Foto: SetwapresDalam pembukaan diskusi bertema Young Leader Forum dan Business Women Forum sebagai bagian acara World Islam Economic Forum di Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta, Minggu (1/3/2009) Wakil Presiden Jusuf Kalla mengkritik ekonomi dunia yang lebih mengedepankan ekonomi non riil sehingga mudah dihantam krisis.

Dihantam Resesi, Perekonomian Jepang Semakin Gelap

jepangOutput industri Jepang anjlok 10% pada Januari ini setelah sebelumnya (month on month) jatuh 9,8% pada bulan Desember 2008. Jatuhnya output industri Jepang ini merupakan tanda resesi semakin dalam sedang menimpa negara dengan perekonomian terbesar kedua di dunia tersebut.

Alamak! Defisit APBN AS membengkak US$ 1,75 trilyun

obama-apbnDefisit APBN pada tahun pertama pemerintahan Obama memecahkan rekor jumlah defisit APBN yang diciptakan pemerintahan Bush tahun lalu. Di akhir pemerintahannya, Bush mewariskan defisit APBN yang sangat besar US$ 454,8 setara dengan 5,5 kali APBN Indonesia tahun 2009. Sedangkan defisit anggaran pemerintahan Obama memecahkan rekor dengan 21,3 kali APBN Indonesia 2009. Alamak!!!

Hai Obama, Amerika tidak akan Sembuh dengan Retorika!

obamaSejak pencalonan dirinya sebagai kandidat calon presiden Amerika, Obama dikenal sebagai seorang politisi muda yang gemar dan pandai beretorika. Slogan terkenalnya; “Yes, we can change.” Dalam pidato perdananya sebagai Presiden AS di Kongres, Obama mengatakan: “Amerika Serikat akan muncul lebih kuat dari sebelumnya.” Gambaran suram ekonomi AS merupakan sebuah kenyataan yang setiap hari menghantui pemerintah dan rakyat Amerika. Boleh dikatakan tidak ada senjata yang dapat digunakan oleh negara kapitalis ini untuk menghentikan krisis apalagi dengan presiden yang suka beretoika di hadapan rakyatnya.

Stimulus Hanya Panadol, Khilafah Obatnya

khilafahPemerintah dan DPR akhirnya menyepakati paket stimulus fiskal senilai Rp 73,3 trilyun dalam APBN 2009. Menurut Gubernur BI, Boediono: “Kami mendukung perlunya stimulus fiskal. Ada tiga elemen yang selalu ada dalam paket penanganan krisis, yaitu pelonggaran moneter, penguatan perbankan, dan stimulus.”

Pengamat: Krisis Lebih Hebat dari Great Depression 1930

Penulis buku Black Swan Nassim Nicholas Taleb mengatakan bahwa akhir dari krisis keuangan akan lebih berat dibandingkan Krisis Besar (Great Depression) 1930. Krisis ini memaksa banyak bank dinasionalisasi.

Uni Eropa “Kebingungan” Hadapi Krisis Global

foto: BBCPara pemimpin Eropa mengadakan pertemuan di Berlin Jerman untuk menyelesaikan masalah krisis global. Pertemuan Berlin ini merupakan pendahuluan pertemuan G-20 di London 2 April 2009 yang bertujuan untuk menulis kembali peraturan sistem keuangan global.

ASEAN + 3 Himpun Dana US$ 120 Miliar Tanpa Melihat Akar Masalah

Di Phuket, Thailand, menteri keuangan negara-negara ASEAN bersama Jepang, China, dan Korea Selatan (ASEAN+3) sepakat melakukan penghimpunan dana US$ 120 miliar untuk meredam penurunan nilai mata uang yang semakin dalam. Dana tersebut disiapkan guna menghadapi situasi genting neraca pembayaran dan untuk memperkuat cadangan devisa.

Kapitalisme Sistem yang Gagal

Nouriel Roubini, Kepala RGE Monitor dan Profesor Ilmu Ekonomi Universitas New York mengatakan kepada Financial Times (9/2/09), bahwa supervisi dan regulasi sistem keuangan model Anglo-Saxon telah gagal. Jika orang Barat sendiri sudah mengatakan Kapitalisme telah gagal mengapa kaum muslim tetap mempertahankannya. Bahkan di tengah megapnya pesta demokrasi tahun ini, mereka bahkan tidak terpikir sama sekali untuk memilih sistem yang benar (Islam) justru mereka terperangkap dalam pilihan hanya memilih orang.