Benarkah berbagai argumentasi pembatasan subsidi BBM dan penghapusan subsidi BBM yang disampaikan pemerintah hanyalah mitos belaka? Untuk mengupas apakah benar hal tersebut merupakan mitos, silahkan baca artikel berikut yang ditulis oleh M. Hatta pada link ini.
Sebagaimana diberitakan situs radarbanjarmasin.co.id (05-02-2011), Pemerintah Kota Banjarmasin bekerjasama dengan harian pagi Radar banjarmasin dan PT. Unilever Indonesia di awal tahun 2011 ini bersama – sama akan melaksanakan agenda Green and Clean.
Sebagaimana diketahui, banyak para ekonom, baik itu ekonom konvensional maupun Islam, mengatakan bahwa salah satu permasalahan ekonomi yang harus atau wajib dipecahkan adalah persoalan inflasi. Tulisan ini dimaksudkan penulis sebagai kajian awal konsep inflasi dalam kerangka Daulah Khilafah.
Seiring semakin disadari dan dirasakan oleh banyak manusia akan bau busuk dari sistem ekonomi Kapitalisme. Seiring dengan hal itupula terlahirlah banyak respon terhadapnya, ada yang merespon dengan cara menolaknya secara totalitas dan ada pula yang masih mencoba mencari yang bermanfaat darinya. Bentuk respon yang kedua inilah yang dipilih oleh SBY setelah sebelumnya dikatakan sering kali mengambil kebijakan ala neo liberal yang merupakan salah satu varian dari Kapitalisme. Bentuk responnya itu ia namai dengan ekonomi jalan tengah.
Ketika kita beranjak dari rumah hendak menuju tempat kerja atau ke pasar bagi para Ibu dan ke kampus bagi para mahasiswa biasanya akan menemui satu pemandangan yang sudah tidak asing lagi selama dalam perjalanan yaitu, sosok para pengemis dan sekelompok pengamen.
Dalam pekan ini, BEI (Bursa Efek Indonesia) mengumumkan perihal rencana launcing dua produk derivatif baru dan relauncing produk derivatif yang telah ada sebelumnya di awal tahun 2009.
Produk derivatif baru tersebut beraset dasar (underlying asset) obligasi dan saham. Adapun relauncing produk derivatif yang telah ada sebelumnya adalah kontrak opsi saham dan indeks LQ45 dimana sebelumnya telah dilakukan revitalisasi (dengan menerapkan remote trading dan sejumlah aturan lainnya) terlebih dahulu untuk semakin mempopulerkan produk tersebut di pasar.
Inflasi merupakan sebuah fenomena ekonomi yang banyak mendapat perhatian, sekaligus ditakuti dan dianggap sebagai musuh nomor satu oleh banyak kalangan, mulai dari ekonom, pemerintah, pengusaha, hingga masyarakat awam sekalipun. Tentunya hal ini disebabkan dampak dari inflasi yang sangat merugikan. Betapa merugikannya inflasi itu sendiri dapat disimak dari sejumlah perkataan yang dilontarkan oleh ekonom dan pejabat pemerintahan. Ronald Reagen misalnya, sebagaimana dikutip oleh The Economist (22/5/2008) pernah menyebut inflasi dengan sebutan kejam, perampok, menakutkan, perampok bersenjata, mematikan, dan pembunuh bayaran.
oleh: M. Hatta
Sebelas tahun sudah Asia Tenggara khususnya Indonesia melewati sebuah peristiwa ekonomi yang telah membuka mata dan pikiran semua pihak betapa rapuhnya bangunan ekonomi yang dibangun. Setelah sebelumnya mendapat julukan sebagai The East Asian Miracle dan macannya Asia (Asian tiger), tidak lama berselang terjadilah guncangan (shock) ekonomi yang berawal dari sisi moneter. Dari sisi nilai tukar (exchange rate), pada tanggal 18 januari 1998 rupiah mencapai puncak kejatuhannya dengan menembus angka Rp. 16.000 per 1 dolar AS. Dari sisi inflasi, angka inflasi mencapai 77,60 % dan PDB -13,20 % …..
oleh: M. Hatta
Bank Indonesia kembali melaksanakan pemilihan gubernur. Harapan publik terhadap gubernur BI yang akan terpilih adalah yang mampu mengawal BI dalam menjaga stabilitas nilai rupiah. Sebagai sebuah harapan tidaklah salah kiranya. Namun, akankah harapan itu dapat terwujud???
Untuk menjawab pertanyaan tersebut di atas, ada beberapa hal yang sekiranya dapat membawa kita kepada jawaban yang tepat, yaitu: ….
(Tanggapan Untuk Zuly Qodir) KEMISKINAN Oleh: M. Hatta* Tulisan Zuly Qodir di koran Kompas, Jum’at, 7 desember 2007, penting untuk ditanggapi. Dalam tulisannya itu, Qodir mengatakan beberapa hal yang patut untuk dipertanyakan; Pertama, berupaya mengaburkan bahwa kemiskinan bukanlah disebabkan oleh sistem dan dasar negara yang dianut bangsa ini (Paragraf 3, 4, dan 5). Kedua, tentang [...]