// archives

Pemilihan Presiden

This tag is associated with 6 posts

Bank Dunia Senang yang Paling Neolib Menang

Neoliberalisme tidak dapat dipisahkan dengan dua lembaga keuangan internasional yang diciptakan untuk mengawal kepentingan Barat dan korporat global. Dalam hal ini, penyebaran dan aplikasi kebijakan neoliberalisme di negara-negara berkembang, termasuk di Indonesia, salah satunya berkat kontribusi Bank Dunia.

Eksplotasi Kebodohan Rakyat

Kesimpulan umum terhadap hasil pemilu presiden RI yang digelar 8 Juli lalu adalah, kandidat yang paling unggul dalam “pencitraan” sebagai pemenang. Hal ini diakui oleh pengamat politik Ikrar Nusa Bakti dan Indira Samego dalam sebuah acara dialog pilpres di Metero TV beberapa waktu yang lalu.

Rakyat Belum Cerdas

Sebagaimana hasil quick count berbagai lembaga survei baik yang independen maunpun yang dibayar, pasangan incumbent SBY-Boediono memenangkan pemilihan umum presiden RI dengan telak. Hasil ini cukup menggambarkan bagaimana preferensi masyarakat yang cenderung memilih pemimpin atas dasar figur bukan pada visi politik dan track record politik.

SBY-Boediono Unggul

Rakyat Indonesia baru saja menyelesaikan pemungutan suara pemilihan umum presiden RI Rabu kemaren (8 Juli 2009). Hasil quick count yang diselenggarakan oleh berbagai lembaga survei dan Metro TV menunjukkan pasangan SBY-Boediono unggul rata-rata 60%, sedangkan posisi kedua ditempati Mega-Pro dengan suara antara 26-28% dan posisi ketiga JK-Win 11-12%.

Tanpa Malu Mengakui Keberhasilan

Foto: AntaraKampanye terbuka dalam rangka pemilihan umum anggota legislatif telah dibuka. Pengakuan demi pengakuan akan keberhasilan meluncur dengan derasnya. Tidak terkecuali klaim keberhasilan Presiden SBY.

Karena Politik Kekuasaan SBY-JK tidak Harmonis

Setelah sekian hari tidak bertemu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Jusuf Kalla akhirnya minggu malam (22/2) bertemu di kediaman pribadi SBY di Puri Cikeas Indah, Bogor. Dalam pertemuan 40 menit tersebut, keduanya sepakat untuk mengurangi kesalahpahaman dalam dinamika politik ke depan.

Switch to our mobile site