Kehancuran kapitalisme di Amerika, Eropa dan dunia Internasional tinggal tunggu waktu. Terlebih lagi bila triliunan US Dollar dana penyelamatan itu tak kunjung membuahkan hasil. Inflasi, resesi dan depresi terus mengancam seolah membuktikan bahwa teori-toeri ekonomi sekarang ini mulai terbukti kerusakannya dan tumbang satu-persatu. Kehancuran perekonomian ini merupakan harga yang sangat mahal akibat keserakahan terhadap mata uang kertas (fiat money) ala Amerika dan dunia Eropa.
Jurnal-ekonomi.org – Kadiv Pemasaran BEI (Indonesia Stock Exchange/IDX), Wan Wei Yiong, sebagaimana dilaporkan Antara hari ini (25/6/2008), mengatakan transaksi saham di Bursa Efek Indonesia rata-rata Rp 5,7 trilyun meningkat sepuluh kali lipat dibandingkan tahun 2003. Menurut Wan, hal ini menunjukan perekonomian Indonesia dalam keadaan lebih aktif dan lebih kondusif untuk berinvestasi.
Peningkatan volume atau nilai kapitalisasi saham di bursa efek Indonesia sangat memprihatinkan. Jika transaksi harian saat rata-rata Rp 5,7 trilyun, pada akhir tahun 2007 meningkat 138,88 persen dibandingkan tahun 2006, dari Rp 1,8 trilyun menjadi Rp 4,3 trilyun. Ini menunjukan semakin lama perekonomian Indonesia semakin menggelembung dan semakin palsu (bubble economy).