<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Jurnal Ekonomi Ideologis &#187; Subsidi</title>
	<atom:link href="http://www.jurnal-ekonomi.org/tag/subsidi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.jurnal-ekonomi.org</link>
	<description>Jurnal Analisis Politik Ekonomi Perspektif Ideologi Islam</description>
	<lastBuildDate>Wed, 08 Feb 2012 01:07:21 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Subsidi BBM Dinikmati Orang Kaya, Apa Makna Sebenarnya?</title>
		<link>http://www.jurnal-ekonomi.org/subsidi-bbm-dinikmati-orang-kaya-apa-maka-sebenarnya/</link>
		<comments>http://www.jurnal-ekonomi.org/subsidi-bbm-dinikmati-orang-kaya-apa-maka-sebenarnya/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 May 2008 22:09:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[JURNAL]]></category>
		<category><![CDATA[BBM]]></category>
		<category><![CDATA[Subsidi]]></category>
		<category><![CDATA[Syahrituah Siregar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurnal-ekonomi.org/?p=724</guid>
		<description><![CDATA[<p style="float:right; margin:0 0 10px 15px; width:240px;">
		<img src="http://jurnal-ekonomi.org/wp-content/uploads/2008/05/syahrituah-siregar.png" width="240" />
		</p>oleh: <b>Syahrituah Siregar</b><br /><a href="../wp-content/uploads/2008/05/syahrituah-siregar.png"><img style="border: 1px solid black; margin: 5px; float: left;" title="syahrituah-siregar" src="../wp-content/uploads/2008/05/syahrituah-siregar.png" alt="Syahrituah Siregar, SE, MA" width="60" height="67" /></a>Headline BPost, 13 Mei 2008 yang berjudul Subsidi Bagi Orang Kaya Rp.300T mengangkat tema yang sering dijadikan propaganda pendukung pencabutan subsidi BBM disamping subsidi yang dibakar rakyat. Makna yang dibangun dengan ini adalah betapa sia-sianya nilai tersebut untuk dibagikan kepada kalangan mampu ditengah merebaknya kemiskinan dan pengangguran.]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.jurnal-ekonomi.org/subsidi-bbm-dinikmati-orang-kaya-apa-maka-sebenarnya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pandangan Islam tetang Subsidi</title>
		<link>http://www.jurnal-ekonomi.org/pandangan-islam-tentang-subsidi/</link>
		<comments>http://www.jurnal-ekonomi.org/pandangan-islam-tentang-subsidi/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 13 Apr 2008 05:24:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[JURNAL]]></category>
		<category><![CDATA[SISTEM EKONOMI SYARIAH]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi Islam]]></category>
		<category><![CDATA[M. Shiddiq al-Jawi]]></category>
		<category><![CDATA[Subsidi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurnal-ekonomi.org/?p=606</guid>
		<description><![CDATA[<p style="float:right; margin:0 0 10px 15px; width:240px;">
		<img src="http://jurnal-ekonomi.org/wp-content/uploads/2008/05/kh-m-shiddiq-al-jawi.png" width="240" />
		</p><p style="text-align: left;"><strong>Oleh KH. M. Shiddiq Al-Jawi</strong></p>
<a href="http://jurnal-ekonomi.org/wp-content/uploads/2008/05/kh-m-shiddiq-al-jawi.png"><img style="border: 1px solid black; margin: 5px; float: left;" title="kh-m-shiddiq-al-jawi" src="http://jurnal-ekonomi.org/wp-content/uploads/2008/05/kh-m-shiddiq-al-jawi.png" alt="KH. M. Shiddiq al-Jawi" width="83" height="102" /></a>Istilah "subsidi" akrab di telinga kita. Tapi meski "akrab", kata ini kurang bersahabat. Yang sering kita dengar justru pemerintah akan mencabut subsidi suatu barang atau jasa dengan macam-macam dalih sehingga harganya naik. Walhasil rakyat tidak makin sejahtera, tapi malah makin sengsara. Mengapa pencabutan subsidi menjadi kebijakan favorit pemerintah untuk mengurangi beban anggarannya? Bagaimana pandangan Islam seputar subsidi? Tulisan ini mencoba menjawabnya.
]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.jurnal-ekonomi.org/pandangan-islam-tentang-subsidi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Membedah Latar Belakang Kenaikan BBM, TDL, dan Telpon 2003: Tinjauan Politik Ekonomi</title>
		<link>http://www.jurnal-ekonomi.org/membedah-latar-belakang-kenaikan-bbm-tdl-dan-telpon-2003-tinjauan-politik-ekonomi/</link>
		<comments>http://www.jurnal-ekonomi.org/membedah-latar-belakang-kenaikan-bbm-tdl-dan-telpon-2003-tinjauan-politik-ekonomi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 15 Sep 2003 01:56:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[ARSIP e-SYARIAH.Net]]></category>
		<category><![CDATA[BBM]]></category>
		<category><![CDATA[Hidayatullah Muttaqin]]></category>
		<category><![CDATA[Subsidi]]></category>
		<category><![CDATA[Tarif Listrik]]></category>
		<category><![CDATA[Tarif Telepon]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurnal-ekonomi.org/2003/09/15/membedah-latar-belakang-kenaikan-bbm-tdl-dan-telpon-2003-tinjauan-politik-ekonomi/</guid>
		<description><![CDATA[oleh: Hidayatullah Muttaqin Kebijakan yang Kontroversial Kaget, bingung, sedih, geram bahkan putus asa, itulah mungkin perasaan yang melanda sebagian besar rakyat Indonesia ketika mendengar dinaikannya harga dan tarif atas BBM, TDL dan telepon oleh pemerintahan Megawati. Sebagai contoh, ada seorang penelepon dalam acara Dialog Pagi TVRI (5/1/03) yang mengungkapkan kegeramannya pada pemerintah, menurutnya &#8220;jika pemerintah [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.jurnal-ekonomi.org/membedah-latar-belakang-kenaikan-bbm-tdl-dan-telpon-2003-tinjauan-politik-ekonomi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pencabutan Subsidi: Kebijakan yang tidak Manusiawi</title>
		<link>http://www.jurnal-ekonomi.org/pencabutan-subsidi-kebijakan-yang-tidak-manusiawi/</link>
		<comments>http://www.jurnal-ekonomi.org/pencabutan-subsidi-kebijakan-yang-tidak-manusiawi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 15 Sep 2003 01:55:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[ARSIP e-SYARIAH.Net]]></category>
		<category><![CDATA[BBM]]></category>
		<category><![CDATA[Hidayatullah Muttaqin]]></category>
		<category><![CDATA[Subsidi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurnal-ekonomi.org/2003/09/15/pencabutan-subsidi-kebijakan-yang-tidak-manusiawi/</guid>
		<description><![CDATA[oleh: Hidayatullah Muttaqin Pemerintah untuk kesekian kalinya mengurangi subsidi bagi masyarakat padahal kehidupan rakyat saat ini sungguh memprihatinkan. Dampak krisis ekonomi dan berbagai krisis lainnya yang terjadi sejak pertengahan tahun 1997 masih dirasakan bahkan menusuk ke tulang-tulang dan mengiris-iris hati rakyat Indonesia. Masihkah anda ingat ketika ibu-ibu antri memborong berbagai kebutuhan pokok ketika krisis mulai [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.jurnal-ekonomi.org/pencabutan-subsidi-kebijakan-yang-tidak-manusiawi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

