Delegasi Hizbut Tahrir Indonesia, Selasa (14/7) diterima oleh staf Kedubes Cina di Jakarta, di sela aksi unjuk rasa solidaritas terhadap Muslim Xinjiang yang dibantai oleh pemerintah Cina. Delegasi HTI yang dipimpin M Rahmat Kurnia ditemui oleh Sekretaris Pertama Kedutaan Besar Cina, Pan Zheng Mao.
Muslim Uighur juga manusia yang memiliki hak asasi untuk hidup dan bebas dari penjajahan bangsa lain. Namun pembantaian terakhir yang dilakukan aparat China dan etnis Han di Umruqi, dunia tidak bereaksi untuk mencegahnya. Terlebih, negeri-negeri muslim yang memiliki ikatan akidah Islam, diam seribu bahasa atas genosida muslim Uighur.
Ratusan Muslim Uighur tewas, seribu di antaranya ditangkap. Sedangkan sepuluh ribu muslim Uighur mengungsi keluar dari tanah kelahirannya. Seperti dikutip Eramuslim.com (9/7/2009), organisasi-organisasi Muslim Uighur di pengasingan menyebut keadaan di Xinjiang sebagai genosida.